suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Saturday, June 24, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Wow, Provinsi Lampung Menjadi Perdagangan Ganja Terbesar

Wow, Provinsi Lampung Menjadi Perdagangan Ganja Terbesar 

lampung Ganja

lampung Ganja

Suarabanten.COM- Pelabuhan Bakauheni, Lampung menjadi pintu masuk perdanganan ganja terbesar di Indonesia. Untuk itu Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat berencana mengunjungi Pelabuhan Bakauheni, Lampung, besok, Jumat 1 November 2013. Wakil Ketua KOmisi III, Al Muzammil Yusuf, Kamis (31/10) memperkirakan potensi kiriman ganja dari Bakauheni ke Merak seberat 47 ton per bulan.

Seperti diketahui, Polda Lampung pada Juli 2013, baru menangkap sekitar 4,7 ton oleh Polda Lampung pada Juli 2013. Namun menurutnya temuan itu belum seberapa, mengingat peralatan di pelabuhan sangat minim. Lebih lanjut ia mengatakan aparat kepolisian mengaku hanya mengandalkan firasat untuk memeriksa rata-rata 5.000 kendaraan perhari yang masuk dari Bakauheni.

Untuk itu, Komisi III mengimbau Kapolri dan Badan Narkotika Nasional, dengan menggunakan anggaran 2014, segera memperbaiki peralatan gardu pemeriksaan aparat di Bakauheni. Muzammil mengatakan pengadaan peralatan canggih tersebut harus transparan sehingga tidak menjadi isu permainan anggaran, yang akan merusak tujuan utama, perang melawan narkoba.

Selain itu, Gubernur dan Kapolda Lampung harus memantau langsung kesungguhan aparat untuk memberantas narkoba yang masuk melalui jalur perbatasan Pulau Jawa dan Sumatera ini.

“Karena jika sukses berantas narkoba di Bakauheni, maka¬† Lampung telah menyelamatkan 47 juta potensi generasi muda Indonesia di Pulau Jawa yang pengguna narkoba, dengan asumsi 1 orang menggunakan 1-10 gram ganja,” imbuhnya.

Hiruk-pikuk lalu lintas angkutan barang di Pelabuhan Bakauheni memang kerap dijadikan celah bagi bandar narkoba untuk memasok narkoba dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Belum lama ini, penyelundupan narkoba jenis ekstasi sempat terkuak.

Pelaku utamanya adalah seorang polisi berpangkat Komisaris Polisi, yang merupakan seorang bandar narkoba. Ia menggunakan dua ibu rumah tangga sebagai kurir, membawa 6.904 butir ekstasi senilai Rp1,4 miliar. Nahas, aksi dua ibu rumah tangga itu terendus polisi.(ari)

Add a Comment