suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Tuesday, November 21, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Utang IMF , Jokowi vs SBY

Utang IMF , Jokowi vs SBY 

bank_dunia-imfsuarabanten.com – Perdebatan tentang utang Dana Moneter Internasional (IMF) dalam beberapa hari terakhir menunjukan komunikasi yang kurang efektif di internal pemerintahan Joko Widodo
Perdebatan tentang utang IMF muncul setelah Susilo Bambang Yudhoyono mengoreksi pernyataan Jokowi yang intinya mengatakan bahwa ‘Indonesia masih punya utang ke IMF.
SBY mengatakan utang IMF sudah lunas pada 2006 lalu dan Indonesia tidak lagi menjadi “pasien” dan “tidak lagi didikte IMF”.

“Jika pernyataan Presiden Jokowi tersebut tidak saya koreksi, rakyat bisa menuduh saya yang berbohong. Kebenaran bagi saya mutlak,” kata SBY.
Dilihat dari data Kementerian Keuangan, total utang Indonesia per awal 2015 mencapai Rp2.700 triliun.

Sebagian besar utang diperoleh dari penerbitan surat berharga negara (SBN).

Sementara utang yang dipinjam dari lembaga multilateral saat ini sekitar Rp300 triliun – yang terbesar adalah pinjaman dari Bank Dunia Rp182 triliun dan ADB Rp110 triliun.

Untungnya, Jusuf Kalla, Menteri Keuangan, dan bahkan IMF akhirnya memberikan klarifikasi bahwa Indonesia memang sudah tak lagi punya utang di IMF.

Utang yang dimaksud Andi sebetulnya adalah fasilitas dalam bentuk special drawing right atau (SDR) setara US$2,8 miliar, yang bukan termasuk utang dan sewajarnya diberikan kepada anggota-anggota IMF.

Perdebatan soal utang IMF ini ramai dibicarakan di media sosial. Di Twitter, kata kunci ‘utang IMF’ misalnya sudah digunakan 49.000 kali dalam beberapa hari terakhir.
(K.S.R)

 

Add a Comment