suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Tiga Makna Pesan Terimakasih yang disampaikan Anas

Tiga Makna Pesan Terimakasih yang disampaikan Anas 

Anas urbaningrum

Anas urbaningrum

JAKARTA, suarabanten.COM- Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin mengemukakan, ucapan terima kasih yang disampaikan mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum kepada Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penahanan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sulit untuk dipercayai sebagai suatu ungkapan basa-basi, apalagi jika ditafsirkan sebagai suatu ungkapan balas budi.

Alasannya, publik mafhum bahwa Anas dan SBY adalah seteru politik. Sehingga pernyataan “terima kasih” Anas kepada SBY itu menjadi kurang logis jika dibaca dalam makna afektif.

“Anas jelas tidak sedang mengungkapkan perasaaan gembira atau merasa bersyukur karena telah menerima kebaikan dari SBY atas penahanannya itu. Menjadi tahanan KPK jelas tidak membentuk citra baik bagi dirinya,” kata Said di Jakarta, Sabtu (11/1) pagi.

Menurutnya, pernyataan Anas lebih tepat dan patut dibaca dalam pemaknaan politik.

Dalam perspektif politik, pernyataan seorang politisi tidak selalu bermakna harfiah atau menurut arti leksikalnya. Pernyataan “terima kasih” Anas justru harus dibaca sebaliknya.

“Di balik ucapan itu saya membaca Anas sedang mengirimkan pesan kepada publik dan SBY. Kepada publik, Anas hendak mengatakan bahwa penahanan dirinya oleh KPK adalah berkat “jasa” SBY. SBY-lah yang menyebabkan dirinya kini ditahan oleh KPK. Anas ingin publik menyadari hal itu,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan penyebutan nama SBY dimaksudkan agar publik selalu ingat bahwa di dalam kasus korupsi yang melilitnya ada peran SBY. Atas “jasa” SBY itulah Anas mengucapkan “terima kasih”.

Sementara kepada SBY, dibalik ucapan terima kasih dan ungkapan “peristiwa ini punyai arti, makna dan menjadi hadiah tahun baru 2014″ yang dilanjutkan dengan kalimat “saya yakin betul ujungnya kebenaran akan menang”, Anas sepertinya sedang mengirim pesan politik kepada SBY.

“Kira-kira dia ingin mengatakan bahwa “anda (SBY) boleh merasa menang sekarang. Anggaplah ini kado tahun baru untuk anda. Tetapi dari peristiwa ini saya akan berjuang dan pada giirannya akan menang melawan anda,” jelasnya.

Dia juga menambahkan karena Anas kini sudah berada di dalam tahanan’, maka kelak dia akan membuka ‘halaman dua, tiga, dan seterusnya’ terkait aib SBY, Partai Demokrat, dan kroni Cikeas, seperti tradisi ‘buka-bukaan’ para tersangka dan terpidana kasus korupsi lain saat sudah masuk ke dalam sel tahanan. Boleh jadi Ibas akan menjadi TO (Target Operasi) pertama Anas.

Jika ocehan Anas nantinya disertai dengan bukti atau indikasi yang kuat, maka sudah barang tentu pemilih akan menjauh dari Partai Demokrat.

Implikasinya, partai pimpinan SBY itu hanya akan menjadi penggembira dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014. (ari)

Add a Comment