suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Tuesday, September 26, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Politisi PDIP Nilai Pemilu Legislatif 2014 Buruk

Politisi PDIP Nilai Pemilu Legislatif 2014 Buruk 

PDIP

PDIP

JAKARTA, suarabanten.COM- Yasonna H. Laoly Anggota Komisi 2 DPR RI dari PDIP, menilai Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ini buruk dibuktikan dengan banyaknya pelanggaran selama pemilu berlangsung.

“Saya merancang Undang-Undang Pemilu No 8 tahun 2012 berharap pemilu lebih baik, tapi kenyataannya pemilu ini sangat buruk,” ujarnya saat menghadiri diskusi bertemakan ‘Rekap Pemilu Sentilan Buat KPU’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5).

Menurutnya, permasalahan Pileg 2014 terbesar ada di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Permasalahan itu terlihat kurangnya kualitas penetapan rekapitulasi suara nasional oleh KPU. Sehingga, akan terjadi gugatan hasil pemilu dari partai politik atau caleg gagal yang akan dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Nanti MK akan dibanjiri gugatan melebihi dari jumlah gugatan Pemilu sebelumnya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menyelesaikan rekapitulasi nasional, setelah melakukan rekap sejak 26 April lalu. Dalam Pemilu kali ini, total pemilih yang menggunakan haknya sebanyak 124.972.491 pemilih.

Berdasarkan pantauan suarabanten.com, penetapan hasil pileg resmi itu sendiri ditetapkan pada pukul 11.35 WIB. Berikut perolehan hasil resmi pemilu legislatif 2014, berdasarkan peringkat:

1. PDIP 23.681.471. 18.95 persen
2. Golkar 18.432.312. 14,75 persen
3. Gerindra 14.760.371. 11.81 persen
4. Demokrat 12.728.913. 10.19 persen
5. PKB 11.298.957. 9.04 persen
6. PAN 9.481.621. 7.59 persen
7. PKS 8.480.204. 6.79 persen
8. NasDem 8402812. 6.72 persen
9. PPP 8.157.488. 6.53 persen
10. Hanura 6.579.498. 5.26 persen
11. PBB 1.825.750. 1.46 persen
12. PKPI 1.143.094. 0.91 persen

Hasil evaluasi perolehan suara diatas terdapat 10 partai yang lolos ambang batas parlemen yaitu 3.5 persen, dan dua partai dinyatakan tidak lolos yaitu PBB dan PKPI. (wan)

Add a Comment