suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Tuesday, November 21, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Politisi : Ada Keringat Satinah di Pesawat Presiden SBY

Politisi : Ada Keringat Satinah di Pesawat Presiden SBY 

Pesawat Pres SBY

Pesawat Pres SBY

Suarabante.com- Politikus PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengaku tergelitik ketika mendengar Presiden SBY menggunakan pesawat Kepresidenan untuk kampanye partai. Sementara, ada TKW asal Semarang, Satinah, yang terancam hukum pancung di Arab Saudi.

“Pak SBY, itu (pesawat Kepresidenan) aset negara yang dibeli dengan uang rakyat, pasti ada keringat Satinah pula. Karena TKI pun bayar pajak,” kata Rieke kepada wartawan, Rabu (26/3/2014) malam.

Rieke berharap, SBY bersedia menyisihkan anggaran Kepresidenan untuk menebus Satinah. “Sisihkan dari biaya perjalanan Presiden,” harap anggota Komisi IX DPR RI ini.

Rieke juga mengatakan, ke depan perlu ada evaluasi mendalam terkait pengiriman TKI. Ia khawatir para TKI itu hanya dijadikan tumbal oleh pemerintah agar negara tujuan tersebut bersedia menanamkan investasinya di Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus selektif menentukan negara tujuan para TKI. Negara yang dituju oleh calon TKI, kata Rieke, harus sudah menandatangani kerja dengan Indonesia dan memiliki mekanisme perlindungan hukum yang tidak diskriminatif terhadap pendatang.

“Tak boleh jadi bagian perbudakan modern dengan kirimkan rakyat yang tidak terdidik dan tidak terlatih ke negara lain. Tanggung jawab pemerintah mendidik dan melatih rakyat, buka BLK (Balai Latihan Kerja) sampai kecamatan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai saat ini, pemerintah hanya bersedia mengeluarkan uang sebesar Rp12 miliar untuk menyelamatkan Satinah dari hukuman pancung. Alhasil, sejumlah elemen masyarakat mulai dari aktivis hingga artis menggalang dana.

Satinah diputus menerima hukuman pancung, atas perbuatannya membunuh majikannya. Dia bisa terbebas dari hukuman pancung bila membayar uang pengganti senilai tujuh juta Riyal atau setara dengan Rp21 miliar.

Satinah akan menjalani hukuman pancung pada 3 April 2014 mendatang. (malik/okezone)

Add a Comment