suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Panjat Pinang Bakal Dihapuskan Pada Perayaan 17 Agustus

Panjat Pinang Bakal Dihapuskan Pada Perayaan 17 Agustus 

panjat_pinang

panjat_pinang

Jakarta, suarabanten.com – Biasanya dalam merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus masyarat banyak melakukan berbagai macam cara guna mengenang masa-masa sulit ketika Indonesia salah satunya dengan banyak perlombaan yang dibuat, tetapi hal itu tak ada edukasi lewat segala perlombaan yang di buat karena Yang namanya team building, kebersamaan, dan lainnya itu hanya semu. Demikian diungkapkan Asep Kambali.

Sejarawan yang juga pendiri Komunitas Historia mengusulkan agar panjat pinang tak lagi diperlombakan di perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Menurut Asep, selama ini banyak yang salah paham tentang panjat pinang. Perlombaan itu justru menjauhkan bangsa Indonesia dari nilai-nilai nasionalisme.

“Apa arti merayakan kemerdekaan dengan panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, yang justru tak membangkitkan semangat nasionalisme,” terang Asep, Jumat (15/5/2015). Asep menuturkan, panjat pinang dimulai sejak era Belanda, kemudian dilestarikan di masa orde baru, dan syukurnya mulai memudar di era reformasi. Asep melihat tak ada edukasi lewat panjat pinang atau balap kerupuk. Yang namanya team building, kebersamaan, dan lainnya itu hanya semu.

“Panjat pinang itu saling menginjak untuk dapat hadiah. Panjat pinang menjauhkan masyarakat Indonesia dari nilai sejarah,” urai dia.”Apakah masyarakat tidak tahu, kalau Belanda dan orde baru sengaja melestarikannya?” tambahnya lagi.

Menurut dia, sangat menyedihkan nilai kepahlawanan yang justru harus banyak diketahui dilupakan. Sebaiknya diisi dengan lomba baca teks proklamasi, lomba menyanyi lagu nasional, lomba mirip pahlawan, lomba pakaian adat, dan lainnya.

“Coba saya tanya, apa Anda tahu kalau pahlawan HR Rasuna Said itu perempuan? Nama aslinya Hajjah Rangkayo Rasuna Said, pejuang pendidikan dari Minang. Atau Anda tahu pahlawan di uang Rp 10 ribu, siapa dia? Kita akan durhaka bila tak mengenal pahlawan yang berjuang menuju kemerdekaan,” jelasnya. (ajr47)

 

Add a Comment