suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Tuesday, November 21, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Nelson Mandela Meninggal Dunia dengan Tiga Wasiat Kesederhanaan

Nelson Mandela Meninggal Dunia dengan Tiga Wasiat Kesederhanaan 

nelson-mandela

Nelson-mandela

Suarabanten.COM- Bapak bangsa Afrika Selatan, Nelson Mandela meninggal dunia, Kamis (06/12) waktu setempat di usia ke-95. Pria yang membebaskan Afrika Selatan dari cengkeraman politik Apartheid ini meninggal karena infeksi paru-paru dan penyakit lainnya

Nelson Mandela harus menjalani rawat inap di rumah sakit kembali dikarenakan kondisi paru-parunya yang makin memburuk. Paru-paru Mandela mengalami infeksi.

Mantan presiden Afrika Selatan tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Pretoria pada hari Sabtu (08/06) untuk pengobatan dan pencegahan infeksi di paru-parunya. Dalam sebuah pernyataan resmi kepada BBC, juru bicaranya mengutarakan bahwa Mandela berada saat itu pada kondisi serius namun stabil.

Sebelumnya sempat beredar telah meninggalnya pahlawan Afrika Selatan Mandela pada bulan juni 2013 di dunia maya. seperti yang telah dilontarkan beberapa akun twitter seperti @ThisableFest yang sudah mengucapkan belasungkawa. “Turut berduka cita atas meninggalnya @NelsonMandela, penembus batas dan pejuang kesetaraan : ( #thxmadiba”

Tak hanya @Thisablefest, berikut beberapa akun yang menyebut Nelson Mandela yang tengah kritis ini sudah meninggal dunia:

@Muhammad_rofiq “Selamat jalan Manusia Hebat … RIP Nelson Mandela”

Bahkan Juru Bicara mantan Presiden Amerika Serikat (AS),Jim McGrath meminta maaf karena mengucapkan belasungkawa atas kematian Nelson Mandela.

Mandela dalam hidupnya penuh dengan kecintaan terhadap kesederhanan, sehingga sebelum meninggal seperti di lansir oleh Mail and Guardian, Mandela mengungkapkan wasiat saat dirinya meninggal yang telah disampaikan pada Januari 1996 yaitu tiga wasiat:

pertama, Mandela minta dimakamkan di kampung halamannya di Qunu, wilayah Tanjung Timur Afrika Selatan. Dia lebih memilih dibaringkan di antara makam nenek moyang dan para pendahulunya dibandingkan di makam pahlawan di ibukota.

Kedua, Mandela ingin agar pemakamannya berlangsung dengan sederhana. Dia mewanti-wanti keluarga dan sahabatnya, agar pemakamannya nanti tidak dilakukan secara kenegaraan dan dengan embel-embel upacara megah.

Wasiat terakhir, dia ingin agar nisannya dibuat dengan batu sederhana, tidak mewah dan besar, tidak pula dibuat bangunan di atasnya. (Ari)

Add a Comment