suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Menteri Agama Meningkatan Kuota Haji Indonesia

Menteri Agama Meningkatan Kuota Haji Indonesia 

Jamaah Hajji
Jamaah Hajji

Jamaah Hajji

MAKKAH, Suarabanten.Com - Dari sebelumnya sebanyak 211 ribu menjadi 240 ribu. Suryadharma Ali (SDA) sekaligus Menteri Agama (Menag) Amirul Hajj Indonesia meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) menaikkan jumlah kuota haji Indonesia.  Permintaan itu sangat penting untuk memperpendek masa daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji di Indonesia yang semakin panjang.

Permohonan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Suryadharma dan Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (8/10). “Beliau (Ihsanoglu, Red) berjanji mengoreksi dan permohonan kita disampaikan,” kata SDA, panggilan akrab Suryadharma Ali, kepada anggota media centre haji (MCH) di Jeddah, seperti diberitkana jpnn.com hari ini.

SDA mengungkapkan, sidang OKI yang khusus membahas kalkulasi kuota haji di masing-masing negara muslim sudah berlangsung lama. Karena itu, kuota yang ada sekarang masih menggunakan kesepakatan lama. Perhitungan rasio kuota haji tersebut menggunakan rumus atau ketentuan satu orang per seribu muslim.

Namun, SDA mengingatkan bahwa otoritas haji tetap berada di tangan pemerintah Arab Saudi. Maka, pertimbangan kuota itu disesuaikan dengan kemampuan pemerintah Saudi. Nah, sejalan dengan proyek ekspansi Masjidilharam dan penambahan fasilitas di lokasi pelemparan di jamarat, semestinya fasilitas pelayanan juga semakin baik. Termasuk penambahan kuota.

“Saya senang sekali telah bertemu dengan menteri agama dari Indonesia sebagai negara yang punya pengaruh besar. Kami telah mendiskusikan banyak hal yang bermanfaat. Terima kasih,” kata Ihsanoglu seusai pertemuan dengan SDA. Saat menyebut terima kasih, pria asal Turki itu menggunakan bahasa Indonesia.

Tuntutan penambahan kuota sangat penting bagi Indonesia. Sebab, penambahan kuota tersebut tentu bisa memperpendek masa tunggu CJH untuk bisa berhaji. Di sejumlah provinsi, sudah ada masa tunggu yang lebih dari 15 tahun. Artinya, CJH yang mendaftar saat ini dan berusia 40 tahun baru bisa berangkat saat berusia 55 tahun! Padahal, selama ini faktor usia menjadi penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan. (abid)

Add a Comment