suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Sunday, October 22, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Mampukah Rano Karno Menggantikan Atut?

Mampukah Rano Karno Menggantikan Atut? 

Rano Karno

Rano Karno

suarabanten.COM – Setelah enetapan dan penahanan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memasuki babak baru tahun politik di Banten. Kekuatan dan cengkeraman dinasti Atut di Banten satu per satu mulai dipreteli. Dinasti politik yang dibangun kurang lebih 8 Tahun mulai terasa runtuh.

Tertangkapnya keluarga dinasti Atut Meski belum sepenuhnya kekuatan politik dinasti Atut di Banten tersentuh. Hal itu dikatakan Direktur Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU), Gugus Joko Waskito.

Menurut dia, Rano Karno sebagai Wagub Banten kini mulai jadi pembicaraan. Sosok pemeran utama film Si Doel itu bakal naik menggantikan posisi Atut sebagai Gubernur Banten sesuai aturan perundangan.

Sampai saat ini kemampuan Rano Karno yang siap menggantikan posisi Atut dinilai masih kurang, pasalnya dinasti politik masih bercokol kuat terkait hal itu. Bahkan Gugus mempertanyakan kemampuan Rano. “Mampukah Rano Karno menjadi pemimpin di Banten dan menghadapi kekuatan-kekuatan dinasti yang masih bercokol di Banten?”

Meskipun Rano Karno sempat mengalahkan pesaingnya dari dinasti politik Atut¬† sebagai Wakil Bupati Tangerang. Rano Karno yang dianggap sebagai ‘ancaman’ kekuatan kompetitor Cagub Banten Wahidin Halim, Atut lalu menggaet Rano Karno sebagai pilihan utama untuk berpasangan dengannya.

“Selama jadi Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno terhitung tidak punya cukup prestasi. Tidak ada kiprah ataupun gebrakan signifikan,” kata Gugus.

Pun begitu juga ketika menjadi Wagub Banten terpilih, Rano juga tidak berkutik. “Kepopulerannya ternyata tidak bisa dijadikan modal positif oleh Rano untuk membuat gebrakan di Banten,” ujarnya.

Ada tanda tanya besar, apakah Rano tidak punya kemampuan sebagai leader atau dia memang tidak diberi ruang. Beberapa kalangan termasuk Ribka Tjiptaning sesama Kader PDIP pernah menghujani Rano dengan kriti tajam soal ketidakberpihakan Rano terhadap ‘wong cilik’.

Rano memang beruntung. Gugus melanjutkan, kedekatan Rano dengan Bu Mega dimanfaatkan dengan piawai. Tapi pilihan Bu Mega kepada Rano tidak secerdas pilihan Bu Mega ketika memilih Jokowi, Risma dan Ganjar Pranowo.

“Saya termasuk bagian yang pesimistis terhadap kemampuan Rano. Pendapat saya tersebut menyangkut mental dan karakter yang bersangkutan. Rano bukan leader,” katanya.

Add a Comment