suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Headline » KPK Didesak Sebut Nama Dirut BUMN Penerima Suap

KPK Didesak Sebut Nama Dirut BUMN Penerima Suap 

pimpinan kpkSuarabanten.com- Komisi Pemberantasan Korupsi didesak membuka nama Direktur Utama BUMN penerima suap di Singapura, sehingga tidak memicu opini negatif di masyarakat terhadap semua BUMN yang ada.

“Padahal direksi BUMN kan banyak. Ada sektor perbankan, BNI, Mandiri, BRI. Di sektor pengolahan ada semen gresik, Pupuk Petrolimia gresik. Di sektor pertambangan ada Pertamina, PGN, dan di sektor Konstruksi ada Wika dan lain sebagainya,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Farid Alfauzi, dalam rilisnya, hari ini.

Menurut Farid, imbas opini negatif publik ini dapat berakibat pada sentimen buruk pada pasar. “Saham nasional bisa anjlok dan dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar pada negara ini,” ujar dia.

Farid menambahkan tidak adanya transparansi dari KPK ini bisa memicu kecurigaan satu sama lainnya di kalangan direksi dan komisaris di seluruh perusahaan BUMN. “Tidak menutup kemungkinan karena opini KPK ini juga membuat runtuh moral karyawan yang akhirnya memperburuk kinerja perusahaan,” tutur dia..

Untuk itu, lanjut dia, KPK wajib secepatnya segera mengumumnkan siapa direksi BUMN penerima suap itu. “Kalau memang sudah ada bukti awal, kenapa tidak segera ditangkap. Sehingga Menteri BUMN bisa menunjuk direksi baru,” tandas politikus Hanura itu.

Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan suap ke salah satu direktur BUMN. Menurut dia, transaksi suap dilakukan di Singapura agar tidak terlacak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

KPK mengklaim mendapat informasi tentang Dirut BUMN penerima suap di Singapura itu berdasarkan hasil kerjasama dengan dengan Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (rima)

Add a Comment