suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Jalur Pantura 80% Rusak

Jalur Pantura 80% Rusak 

panturaPantura, suarabanten.COM – Selama musim hujan berlanjut, jalan rusak yang berada di Jalur Pantura dari Kota Semarang menuju ke Jakarta, tepatnya di sepanjang jalan Kabupaten Kendal dan sejumlah jalan tembus mulai dikeluhkan pengguna jalan.

Selain itu, perbaikan yang dilakukan, pasalnya hanya sekadar menutup lubang jalan dengan pasir atau batu, jika pun menggunakan aspal hanya bersifat sementara. Hal ini karena musim hujan masih terjadi sampai saat ini.

Kerusakan jalan ini setidaknya mencapai 80 persen dari perbatasan Batang hingga Kota Semarang, Jawa Tengah. Perbaikan yang dilakukan diprioritaskan di daerah yang rawan kemacetan dan antrean kendaraan akibat kerusakan parah. Dari sepanjang lebih dari 40 kilometer jalan pantura kondisinya rusak parah dan merata di kedua jalur. Kerusakan hampir 80 persen dengan kedalaman lubang mencapai 40 centimeter dan lebar hingga 10 meter.

Kondisi serupa juga di sejumlah jalur alternatif dan jalan tembus, jalan menjadi rusak akibat dilalui kendaraan berat yang menghindari kemacetan di jalur pantura. Kemacetan panjang terjadi hampir di setiap lokasi jalan yang rusak parah, setidaknya ada enam titiik kemacetan akibat jalan rusak.

Ke enam titik itu adalah di batas kota barat, perbatasan dengan Kabupaten Batang, kemudian di Jembatan Kali Blukar di Gondang Cepiring, Jembatan Kali Bodri Patebon, Jalan Soekarno Hatta Bugangin, Jembatan Kali Waridin Kebonadem Brangsong dan Jalan Lingkar Kaliwungu.

Perbaikan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah hanya sebatas menambal lubang agar tidak menimbulkan kecelakaan. Penambalan aspal ini kurang maksimal sebab yang diperbaiki dan di tutup hanya jalan yang berpotensi macet dan banyak lubangnya.

Petugas mengatakan, untuk penambalan di lakukan sejak bulan Januari namun terkendala hujan. Akibatnya upaya perbaikan sementara ini tidak maksimal dan akan kembali rusak. Namun pihaknya berusaha untuk menambal lubang yang dalam dan rentan macet.

“Untuk wilayah kerja dari Gringsing hingga Kaliwungu dibagi menjadi tiga tim. Perbaikan diutamakan yang menimbulkan kemacetan dengan berkoordinasi dengan kepolisian,” jelas Gatot, petugas Bina Marga Provinsi Jateng, Minggu(9/2) kepada merdeka.com.

Berdasarkan pantauan di lapangan masih banyak jalan yang berlubang sehingga pengendara motor maupun mobil harus ekstra hati hati. Sementara lubang yang masih parah di seputar bundaran Kebondalem yang mengakibatkan sepeda motor terjatuh dan terperosok. Ada juga truk yang mengalami patah as karena lubang yang dalam.(qip/merdeka)

Add a Comment