suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Thursday, October 19, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Indonesia Fokus Bahas Kesejahteraan Ekonomi Negara-negara APEC

Indonesia Fokus Bahas Kesejahteraan Ekonomi Negara-negara APEC 

APEC
APEC

APEC

JAKARTA, suarabanten.COM- Didasari keinginan mendorong pertumbuhan yang merata dan ketahanan regional yang kokoh, Indonesia memprakarsai pembahasan penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai salah satu prioritas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC ke-8 di Nusa Dua, Bali, awal Oktober mendatang.

Staf Khusus Presiden (SKP) Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengemukakan, menjelang KTT APEC ke 8 di Bali, beberapa pertemuan dalam rangka penguatan UKM seperti Senior Official Meeting (SOM III) serta pertemuan menteri-menteri UKM se-Asia Pasifik (APEC Small Medium Enterprises Working Group) juga telah diselenggarakan.

Ia menyebutkan, prakarsa penguatan UKM yang disampaikan Indonesia untuk dijadikan salah satu tema KTT APEC di Bali telah mendapat respon yang positif dari seluruh peserta APEC SME’s working group. Para delegasi yang hadir dalam forum menteri UKM se Asia Pasifik sepakat atas inisiatif Indonesia untuk meningkatkan jejaring bisnis pelaku usaha kecil dan menengah  dengan konteks locally connected dan globally competitive.

“Bahkan seluruh anggota APEC sepakat untuk memasukkan pembahasan penguatan UKM pada setiap pertemuan tahunan APEC,” kata Firmanzah mantan Dekan Ekonomi Universitas Indonesia di Jakarta, Senin (23/9)

Dengan memasukkan tema penguatan UKM pada pertemuan APEC, kata Firmanzah, Indonesia berharap para pelaku UKM khususnya di negara-negara berkembang dapat memanfaatkan dengan optimal akses pasar dan sumber pembiayaan yang tersedia di kawasan Asia Pasifik. Indonesia juga mendorong forum kerjasama APEC untuk senantiasa memberi ruang dan lingkungan bisnis yang kondusif bagi para pelaku UKM.

“Dengan mendorong penguatan UKM, target pembangunan yang berkeadilan dan merata dapat terus tingkatkan sehingga akan memperkuat kesiapan negara-negara APEC menghadapi keterbukaan pasar di 2020,” jelas Firmanzah.

Ia menyebutkan, UKM nasional selama ini merupakan  salah satu bantalan yang menjaga pertumbuhan ekonomi nasional khususnya ketika terjadi guncangan atau tekanan eksternal. Di saat ekonomi global memburuk, UKM nasional berperan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan pekerjaan.

“Pemerintah konsisten dan berkomitmen besar dalam mendorong peningkatan daya saing UKM nasional di tengah integrasi ekonomi global yang terus menguat. UKM nasional terus diarahkan untuk memperkuat kapasitas SDM, penguasaan pasar dan teknologi sehingga mampu bersaing di pasar global dan menjadi flagship Indonesia di dunia internasional,” Ucap Firmanzah.(SYARIF)

Add a Comment