suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Tuesday, November 21, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Fokus Nyapres, Gita Wirjawan Mundur Sebagai Menteri

Fokus Nyapres, Gita Wirjawan Mundur Sebagai Menteri 

Gita WirjawanJAKARTA, suarabanten.COM- Gita Wirjawan mundur dari jabatan Menteri Perdagangan RI untuk lebih fokus mengikuti pertarungan calon presiden di Konvensi Partai Demokrat. Keputusannya sudah dipikirkan matang-matang serta sudah didiskusikan dengan seluruh anggota keluarga.

Tidak ada keraguan dalam diri Gita untuk melepaskan jabatan strategisnya dalam pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat bertemu langsung dengan SBY dua hari lalu Rabu (29/1/2014), ia sudah memantapkan dirinya sehingga tidak ada rasa canggung lagi saat bertemu SBY.

“Nggak (canggung), saya sih cukup tegar,” kata Gita saat berbincang dengan wartawan di Lapangan Golf Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Niat dirinya untuk mundur sebagai menteri sudah terbersit dalam diri Gita saat panitia konvensi Partai Demokrat menawarkan kepada dirinya menjadi peserta konvensi. Hal tersebut pun langsung ditindaklanjuti dirinya dengan mengajukan pengunduran diri kepada presiden. Tetapi permintaannya ditolak. Begitu juga saat mengajukan pengunduran diri pada Oktober 2013 lalu bernasib sama, SBY tidak merestui dirinya mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

“Beliau mungkin masih mengingin saya duduk di kabhinet untuk selesaikan amanah saat itu,” ungkapnya.

Alasan yang dikemukakan Gita kepada SBY mundur sebagai menteri cukup sederhana, sebagai peserta konvensi Partai Demokrat ia tidak ingin terjadi benturan kepentingan antara kepentingan politiknya sebagai peserta konvensi dengan kapasitasnya sebagai pejabat negara.

“Tentu ini berdasarkan kesadaran etis, bahwa partisipasi saya dalam proses politik ini kalau bersamaan dengan jebatan saya sebagai Menteri Perdagangan, ini bisa membuahkan persepsi atau benturan kepentingn,” ungkapnya.

Dalam mengambil keputusan Gita sebelumnya sempat berdiskusi dengan seluruh anggotanya baik istri, anak, orangtua, bahkan mertua. Bukan hanya pada saat mundur sebagai menteri tetapi pada saat dirinya menerima tawaran menjadi menteri, bahkan saat akan maju sebagai peserta konvensi Demokrat.

“Sangat, saya masuk pemerintah juga ini pertimbangannya dalam, saya berdiskusi dengan istri, anak dan ibu sama ibu mertu, saya ikut konvensi juga setelah pertama kali diminta saya awalnya tidak berkenan karena saya merasa ini tidak gampang, kemudia saya melakukan diskusi atas perkenan seluruh anggota keluarga saya baru saya mengiyakan, sebelum mengundurkan diri juga saya konsultasi dan berdiskusi dengan seluruh anggota keluarga saya dan diiyakan,” ungkapnya.

Add a Comment