suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Friday, August 18, 2017
Suara Banten Home » Nasional » Fadli Zon Merasa Jadi Korban Serangan “Pasukan Nasi Bungkus”

Fadli Zon Merasa Jadi Korban Serangan “Pasukan Nasi Bungkus” 

Fadli Zon

Fadli Zon

JAKARTA, suarabanten.com- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, partainya menjadi korban serangan “pasukan nasi bungkus” selama masa kampanye. Ia meminta agar negara dapat mengontrol keberadaan mereka.

“Kalau sekarang ini akhirnya menjadi semacam black campaign tapi tidak jelas, dan kami (Gerindra) juga menjadi banyak sasaran fitnah,” kata Fadli seusai menghadiri sebuah acara diskusi di Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Pasukan Nasi Bungkus atau panasbung merupakan judul puisi politik baru yang diciptakan oleh Fadli. Puisi bernada satir tersebut menyindir para pemilik akun maya yang seolah digerakkan untuk menyerang kelompok tertentu di dunia media sosial (baca: Fadli Zon Sindir Akun Palsu dengan Puisi “Pasukan Nasi Bungkus”).

Fadli mengaku, dirinya tak ingin terlalu memusingkan keberadaan kelompok tersebut. Namun ia menilai, apa yang telah dilakukan mereka sebagai tindakan yang telah melampaui batas. Menurutnya, jika dibiarkan terus-menerus, hal ini dapat mengubah penilaian masyarakat terhadap Indonesia.

“Sekarang ini kita negara liberal, tetapi terlalu liberal. Di negara liberal seperti di Amerika, Singapura, Malaysia itu sendiri dibatasi. Tidak boleh orang sembarangan bikin akun palsu dan memfitnah orang seperti itu,” ujarnya.

“Saya kira sudah waktunya turun tangan pemerintah atau institusi yang berwenang dalam hal ini untuk mengatur. Sehingga orang tahu, sehingga demokrasi kita itu jelas,” kata dia.

Sebelumnya, Fadli Zon membuat puisi dengan judul Pasukan Nasi Bungkus. Berikut petikan puisi tersebut.

Pasukan Nasi Bungkus

Kami pasukan nasi bungkus
Laskar cyber pejuang di belakang komputer
Senjata kami Facebook dan Twitter
Menyerang lawan tak pernah gentar
Patuh setia pada yang bayar

Kami pasukan nasi bungkus
Hidup dari cacian dan fitnah harian
Tetap gagah bertopeng relawan
Tak kenal menyerah selalu melawan
Identitas diri jarang ketahuan

Kami pasukan nasi bungkus
Punya sejuta akun siluman
Bagai pedang terhunus
Siap menghujam setiap orang

Kami pasukan nasi bungkus
Tak takut dosa apalagi neraka
Kami bisa tertawa di balik luka
Demi sebungkus nasi dan kiriman pulsa

(wan/kompas)

Add a Comment