suarabanten.com - Portal Berita Merakyat|Wednesday, June 28, 2017
Suara Banten Home » Headline » Demi Ahok, Ruhut Tantang Mundur dari DPR RI

Demi Ahok, Ruhut Tantang Mundur dari DPR RI 

Ruhut-Sitompul

Ruhut-Sitompul

Suarabanten.com- Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul sesumbar akan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat demi berkampanye untuk pasangan calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat

Tak tanggung-tanggung, Ruhut akan mudur usai reses mendatang. ?”Kalau nanti masih kurang, akhir reses ini aku mundur dari DPR. Mantap enggak??” tegas Ruhut di Jakarta, hari ini

Mantan pengacara itu mengaku, keinginan untuk mundur sebagai anggota DPR RI sebagai bentuk totalitasnya untuk mendukung dan mewujudkan impiannya melihat Ahok memimpin kembali ibu kota.

“Jabatan bukanlah segalanya.? Orang boleh ngotot mau jadi anggota DPR, jabatan aku tiga tahun lagi aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok?. Mundur dari jabatan partai, DPR, Aku hanya jadi kader Demokrat anggota biasa??,” kata anggota Komisi III DPR RI itu.

keluarga ruhut

keluarga ruhut

Tim pemenangan Ahok-Djarot mendapuk Ruhut sebagai salah seorang juru bicara. Karena itulah, tekat Ruhut bulat untuk mundur dari DPR RI dan sekaligus Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Demokrat.

“Karena Ruhut menyatakan dukungan sebagai pribadi, tentu kategori Ruhut adalah sebagai pendukung dari unsur relawan. Banyak relawan yang masuk jadi tim sukses,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Ahmad Basarah.

Mengenai Ruhut yang menyatakan diri sejak lama menjadi pendukung Ahok, Basarah mengatakan, hal itu harus dihormati karena dukungan adalah pilihan politik setiap warga negara Indonesia.

“Tentu saja pilihan itu adalah pilihan politik pribadi yang diambil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang ditempuh Ruhut. Oleh karena itu kita menghormati pilihan Ruhut tersebut,” katanya.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari menyatakan, apa yang dilakukan oleh Ruhut Sitompul sudah keluar dari aturan dan norma Partai yang sudah ditetapkan oleh DPP Partai Demokrat dan Ketua Umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Seperti yang diamanatkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat SBY, kami menghormati perbedaan pendapat sepanjang belum menjadi garis partai. Namun jika sudah menjadi garis partai, kader wajib menjalankan instruksi pimpinan partai untuk memenangkan seluruh paslon kepala daerah yang diusung Partai Demokrat,” kata Imelda

Kata dia, dalam politik terdapat etika. Salah satunya DPP menghormati hak politik Ruhut untuk menjadi timses Ahok apalagi menjadi juru bicara paslon lain.

“Secara organisasi sesuai kode etik dan AD/ART mekanisme partai sedang berjalan. Komisi Pengawas partai Demokrat sedang memproses masalah ini,” katanya.

ahok

Ahok

Imelda menyebutkan, sebelumnya Komisi Pengawasan sudah memanggil Ruhut. Namun Ruhut mangkir. “Dalam satu dua hari ini rekomendasi dari Komwas akan diberikan kepada Pimpinan Parpol. Kita tunggu saja,” ujar Imelda.

Sementara itu, politisi PDIP, Charles Honoris menceritakan masuknya Ruhut sebagai juru bicara untuk pasangan calon Ahok-Djarot karena permintaan PDIP kepada Ruhut Sitompul.

Saat membicarakan nama-nama untuk menjadi juru bicara tim Ahok-Djarot dengan Ketua TImses Prasetyo Edi Marsudi, Charles mengusulkan agar nama Ruhut dimasukkan. Charles langsung menelpon dan meminta kesediaan Ruhut yang akhirnya dipenuhi oleh anggota DPR kontroversial itu.

“Kita bukan melihat latar belakang partainya tapi melihat keinginan untuk ikut melihat Jakarta lebih baik dan berkontribusi sehingga kami rasa tidak ada salahnya membajak Ruhut karena beliau sendiri sudah mendeklarasikan jauh sebelum tim kampanye terbentuk,” kata Charles.

Charles menjekaskan, tidak ada komunikasi dengan Partai Demokrat saat dirinya meminta Ruhut menjadi anggota Tim Pemenangan Ahok-Jarot. “Ini kan ajakan orang per orang, saya sebagai sahabat nelpon, nanyain mau tidaknya,” kata Bendahara Tim Sukses Timses Ahok-Djarot itu.

Add a Comment